Blog

Penggunaan Konsep Sequence Stratigraphy untuk Eksplorasi Migas Fase 3

28 Oktober 2020 Geodwipa Admin

Eksplorasi minyak dan gas bumi sudah dilakukan di Indonesia sejak abad ke-19. Sejak saat itu, sumur-sumur minyak yang ada di Indonesia telah memproduksi hidrokarbon dalam jumlah yang besar. Eksplorasi minyak dan gas bumi pada abad tersebut merupakan eksplorasi hidrokarbon fase pertama dimana menggunakan metode pemetaan geologi permukaan (surface geological mapping) untuk menginterpretasi dan merekonstruksi adanya jebakan-jebakan hidrokarbon yang berada di bawah permukaan bumi

 

Seiring berjalannya waktu, penemuan cadangan-cadangan hidrokarbon terbaru melalui metode eksplorasi fase satu menjadi lebih sedikit dan jumlahnya juga semakin kecil. Hingga pada suatu ketika ditemukan metode terbaru melalui adanya teknologi seismik untuk pencarian cadangan minyak dan gas bumi pada pertengahan abad ke-20. Pencarian cadangan minyak dan gas bumi menggunakan teknologi seismic disebut sebagai eksplorasi hidrokarbon fase kedua. Teknologi seismik yang digunakan yaitu 2D dan 3D seismic data.

Melalui metode ini, banyak ditemukan lapangan-lapangan minyak dengan ukuran yang jauh lebih besar di seluruh dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan mengenai petroleum systems menjadi semakin pesat karena didukung oleh data bawah permukaan (subsurface data). Namun, penemuan minyak dan gas bumi di Indonesia menjadi didominasi oleh temuan-temuan yang memiliki volume relatif keci  pada akhir abad ke-20. Oleh karena itu, eksplorasi minyak dan gas bumi perlu untuk memasuki fase baru untuk mencapai temuan-temuan cadangan yang lebih banyak lagi. Fase eksplorasi terbaru ini disebut sebagai eksplorasi hidrokarbon fase ketiga.

 

Eksplorasi hidrokarbon fase ketiga adalah metode untuk mencari suatu petroleum system baru pada suatu lapangan menggunakan konsep stratigrafi sekuen (sequence stratigraphy). Konsep ini banyak digunakan untuk menemukan adanya play-play terbaru dari suatu lapangan yang ataupun sudah berproduksi sebelumnya.


Konsep pencarian cadangan hidrokarbon menggunakan metode stragrafi sekuen

Terdapat 2 hal penting dalam konsep stratigrafi sekuen yang memainkan peran penting dalam penemuan cadangan-cadangan baru. Kedua hal tersebut yaitu :

  1. Identifikasi dari batas sekuen (sequence boundaries) yang biasanya berupa bidang ketidakselarasan (unconformity). Batas sekuen ini mengindikasikan adanya perubahan suatu strata lapisan batuan sedimen yang biasanya disebabkan oleh tektonik, kenaikan muka air laut, ataupun jumlah material sedimen dimana batuan sumber, reservoir, dan trap biasanya ditemukan
  2. Adanya suksesi internal (internal succession) pada suatu sekuen batuan sedimen. Suksesi batuan sedimen secara vertical dan lateral yang berkembang pada suatu system track akan sangat berguna untuk menemukan suatu fasies reservoir.

Distribusi vertikal dan lateral suatu material sedimen pada konsep stratigrafi sekuen

 

Lalu bagaimana cara menggunakan konsep sekuen stratigrafi untuk pencarian minyak dan gas bumi melalui metode stratigraphic trap? Silahkan download materi dibawah ini :

Pramada, 2020, Sequence Stratigraphy Is the Key of Third Phase Oil and Gas Exploration in Indonesia

(Download)